TPA NURUL ISLAM YOGYAKARTA

Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”.

(QS. Al-Alaq: 1-5)

Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya”

(HR. Bukhari)

Al-Qur’an, kitab penyempurna segala kitab. Kitab yang di dalamnya terdapat ilmu pengetahuan yang sangat luas. Kitab yang di dalamnya terdapat tuntunan hidup bagi umat manusia yang bersumber langsung dari perkataan Allah SWT. Sudah menjadi keharusan bagi umat Islam untuk dapat membacanya dengan baik dan benar. Kemampuan membaca Al-Qur’an adalah dasar bagi umat Islam untuk dapat memahami, menghayati dan mengamalkan intisari yang ada di dalam Al-Qur’an, baik bagi dirinya sendiri maupun untuk diserukan kepada orang lain. Oleh karenanya, upaya untuk meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an, pemahaman akan Dinul Islam dan kemampuan untuk bersikap dengan akhlakul karimah serta berakidah mantap yang kesemuanya bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah merupakan tuntutan yang mendasar untuk segera diaplikasikan.

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Islam didirikan sebagai wadah pendidikan Islami, khususnya bagi anak-anak dalam rangka membentuk generasi berakhlak Qur’ani yang cerdas dan mandiri. Selain itu TPA Nurul Islam hadir dalam rangka membantu tugas utama orang tua, yaitu menjaga kefitrahan anak dengan pendidikan Al-Qur’an dan Sunnah, menyiapkan mereka menjadi generasi-generasi muslim pembangun kejayaan Islam.

Tentang Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Islam

Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi dan Nasrani”.

(HR. Bukhari dan Muslim)

Anak adalah amanah dari Allah SWT yang harus kita jaga dan kita didik dengan baik. Setiap anak Allah SWT jadikan terlahir dalam keadaan fitrah, sebagaimana kertas putih yang masih polos belum berwarna. Namun Allah SWT juga telah membekalinya dengan akal, rasa, potensi diri dan panca indera yang kesemuanya menjadi tanggung jawab orang tua untuk mengarahkan dan mengembangkannya, sehingga dapat berkontribusi dalam kebaikan dan menjadi generasi-generasi pembangun peradaban Islam. Mempersiapkan mereka tidak hanya agar meraih sukses di dunia, namun juga membekali mereka agar sukses di akhirat.

Tantangan orang tua dalam memberikan warna kebaikan pada anak-anak mereka di masa sekarang bukanlah hal yang mudah. Berbagai bentuk modernisasi yang jauh dari nilai-nilai Al-Qur’an berkembang luas di masyarakat. Salah satu penyebabnya adalah perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat. Perkembangan teknologi dan informasi yang terus maju merupakan realita yang tak terelakkan. Perkembangan ini menimbulkan berbagai efek positif maupun negatif. Dengan teknologi dapat mendekatkan ataupun menjauhkan orang-orang dengan tujuannya. Dengan teknologi dapat merekatkan atau merenggangkan hubungan persaudaraan. Teknologi juga mampu mengubah orang baik menjadi jahat ataupun sebaliknya. Teknologi dan informasi, jika tidak ditanggapi dengan bijak maka semakin banyak orang yang memburu dunia untuk kesenangan yang fana dan meninggalkan akhirat yang abadi.

Oleh karena itu, perlu bekal untuk menghadapi hal tersebut. Pemahaman terhadap ajaran agama yang benar adalah jawabannya dan mempelajari Al-Qur’an adalah jalannya. Al-Qur’an harus selalu didakwahkan kepada masyarakat terutama kepada anak-anak. Hal Ini dimaksudkan agar mereka terbiasa sejak kecil untuk mengutamakan Al-Qur’an sebagai rujukan dalam menegakkan syariat agama Islam. Sehingga ketika baligh, mereka memiliki kepribadian yang kokoh dan aqidah yang kuat. Untuk mencapai hal tersebut, TPA Nurul Islam hadir sebagai langkah kecil yang memiliki tujuan besar.

Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurul Islam merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an untuk anak mulai dari usia 4 tahun ke atas. TPA Nurul Islam berada dibawah organisasi Takmir Masjid Nurul Islam sejak tahun 2016. Tujuan dari dari lembaga ini selain mengajarkan Al-Qur’an adalah menanamkan dasar-dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, membiasakan untuk beribadah, dan menanamkan akhlak mulia. Konsepnya adalah tiada hari tanpa bersama Al-Qur’an. Kegiatanya tidak hanya belajar membaca tetapi disajikan dengan kisah berhikmah. Harapannya agar anak-anak semakin mencintai Al-Qur’an, terbiasa menghafalkannya dan mengamalkannya dalam kehidupan.

Sejarah Pendirian

Bermula dari gagasan ibu-ibu pengurus Yayasan Nurul Islam yang memiliki keprihatinan terhadap generasi muda yang banyak buta baca Al-Qur’an. Akhirnya, pada tanggal 1 Oktober 1978, didirikan Madrasah Diniyah (Madin) Nurul Islam sebagai tempat belajar baca tulis Al-Qur’an bagi anak-anak. Madrasah Diniyah tersebut berlokasi di Jalan Kaliurang KM 5,6 Sarimulyo, Manggung, Caturtunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Madrasah Diniyah Nurul Islam awalnya dikelola secara mandiri dengan menggunakan dana iuran pengurus yang dibayar setiap bulannya. Oleh sebab itu, fasilitas belajar sangat terbatas. Kelas-kelas hanya bersekat kayu. Namun demikian, Madrasah Diniyah terus bertahan hingga memiliki santri berjumlah 150 orang selama kurang lebih 14 tahun. Sedangkan pengajarnya yaitu H. Sukamto dan kelima orang lainnya, mendedikasikan diri mereka untuk mengajar anak-anak disetiap sore pada hari ahad sampai kamis. Dengan tujuan agar anak-anak mampu membaca Al-Qur’an dengan tartil, menjalankan shalat dengan benar dan berakhlak mulia.

Pada tahun 1981, pembangunan Mushola Nurul Islam selesai sebagai bagian dari proyek yayasan. Mushola tersebut terwujud atas kerja keras Alm. H. Djarody dan juga para donatur lainnya. Mushola Nurul Islam mengalami dua kali renovasi yang pada akhirnya mengubah mushola menjadi masjid. Pada hari Jumat, 25 Maret 1988, akhirnya Masjid Nurul Islam diresmikan oleh Drs. Sukirman yang menjabat sebagai Bupati Sleman kala itu.

Meskipun Masjid Nurul Islam telah berdiri, kondisi Madrasah Diniyah semakin melemah. Berkurangnya animo masyarakat terhadap pendidikan Al-Qur’an menyebabkan anak-anak yang datang mengaji lambat laun semakin berkurang. Setelah vakum lama, pada tahun 1992, beberapa orang pemuda yang peduli dengan anak-anak, bertekad untuk terus mengajarkan Al-Qur’an. Mereka mengajar di serambi Masjid Nurul Islam. Mereka adalah Niswati dan teman-temannya yang merupakan warga pendatang atau ngekos di sekitar Masjid. Materi utama dan satu-satunya yang diajarkan ketika itu adalah membaca Al-Qur’an dengan metode Iqro’. Semenjak saat itu pula, Madrasah Diniyah berganti nama menjadi TPA Nurul Islam.

TPA Nurul Islam harus kembali mengalami keguncangan. Manajemen TPA tidak lagi sejalan dengan manajemen takmir Masjid Nurul Islam. Akibatnya posisi TPA menjadi semakin lemah. Anak-anak didik semakin berkurang begitu pula dengan pengajarnya.

Tahun 2014, manajemen TPA diambil alih oleh Forum Pemuda Masjid (FPM) Nurul Islam. Pada saat itu diketuai oleh Sapto Jati Pamungkas. Sebagai ketua yang independent, bersama dengan rekan-rekannya di FPM aktif menggalang dana dan merevitalisasi manajemen TPA. Para pengajar direkrut dari para mahasiswa yang bertempat tinggal/kos di sekitar masjid. Mereka adalah orang-orang yang telah terlatih dalam membaca Al-Qur’an dengan tartil dan berkomitmen tinggi untuk mengajar. Materi TPA tidak sebatas membaca Iqro’ atau Al-Qur’an, tetapi juga terkait ibadah, fiqih, tarikh, dan akhlak. Semenjak 2014 hingga saat ini, TPA Nurul Islam menemukan kehidupan barunya.

Landasan

Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.

(QS. Al Mujadillah: 11)

Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia Berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” akan tetapi (Dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, Karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya.

(QS. Ali Imran: 79)

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya

(HR. Bukhari)

:: Visi
Membentuk generasi Qurani yang berakhlaq mulia

:: Misi
– Menyelenggarakan pendidikan Al-Qur’an yang sistematis dan profesional
– Memberikan pelayanan dan membantu masyarakat dalam bidang pendidikan Al-Quran

:: Tujuan
– Menanamkan dasar-dasar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah dan rasul-Nya
– Membiasakan beribadah kepada Allah SWT
– Mengajarkan santri untuk mampu membaca, menulis, dan mencintai Al-Quran
– Menanamkan perilaku yang baik dengan siapapun dan dimanapun berada

:: Target
– Santri mampu membaca Al-Quran dengan tartil
– Santri mampu menghafal Al-Quran terutama juz 30
– Santri mampu dan terbiasa menjalankan ibadah shalat dengan baik
– Santri mampu menghafal dan mengamalkannya doa sehari-hari serta hadist pilihan
– Santri mampu memahami ajaran islam yang tercermin dalam akhlaq yang baik

:: Lokasi
TPA Nurul Islam bertempat di lantai dua Masjid Nurul Islam, Jl. Kaliurang KM 5,6 Sarimulyo, Manggung, Depok, Sleman, Yogyakarta

:: Ustadz dan Ustadzah

Pengajar TPA Nurul Islam merupakan para mahasiswa yang sedang menempuh study di Yogyakarta. Mereka bertempat tinggal sementara (red: kos) di sekitar Masjid Nurul Islam dan bersedia mengabdikan diri untuk mengajar anak-anak sekitar Kampung Sarimulyo. Para pengajar merupakan orang yang telah menjalani pelatihan tahsin baik itu yang diselenggarakan oleh TPA Nurul Islam maupun diluar TPA Nurul Islam serta mampu membaca Al-Quran dengan tartil.

:: Syarat Pendaftaran Calon Santri
– Calon santri berusia minimal 4 tahun
– Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan
– Menyerahkan 1 lembar fotocopy akte kelahiran
– Menyerahkan 2 lembar pas foto 3×4 berwarna
– Membayar uang Sumbangan Penyelenggara Pendidikan (SPP) di awal setiap bulannya sesuai dengan kesanggupan (*lingkari yang dipilih)

 1. Rp.10.000,00 s.d Rp.15.000,00
2. Rp.20.000,00 s.d Rp.25.000,00
3. Rp.30.000,00 s.d Rp.50.000,00
4. > Rp.50.000,00

– Orang tua bersedia mengikuti kelas parenting yang diadakan setiap 3 bulan sekali

:: Fasilitas Santri
1. Kartu SPP
2. Buku Iqra’/Al-Qur’an
3. Kartu Prestasi
4. Buku Raport
5. Buku Penghubung
6. Buku dan alat tulis
7. Seragam (*bila ada program pengadaan)

:: Waktu Belajar
– Senin s/d Jumat dimulai pukul 16.00 WIB s/d 18.30 WIB
– Senin s/d Sabtu dimulai pukul 16.00 WIB s/d 18.30 WIB pada bulan Ramadhan
– Kegiatan belajar mengajar diliburkan setiap libur nasional kecuali libur nasional yang bertepatan dengan bulan Ramadhan

:: Ketentuan Pakaian
– Santri mengenakan seragam TPA pada jam belajar
– Santri yang belum memiliki seragam TPA dapat mengenakan pakaian dengan ketentuan berikut:

  1. Putra :
    – Mengenakan pakaian yang rapi dan bersih
    – Wajib mengenakan celana panjang minimal satu jengkal dibawah lutut
    – Boleh mengenakan atasan kemeja/ kaos berlengan pendek
  1. Putri :
    – Mengenakan pakaian yang rapi dan bersih
    – Pakaian yang dikenakan tidak terlalu kecil ketika dipakai
    – Wajib mengenakan jilbab menutup dada dan tidak transparan
    – Wajib menggenakan atasan kemeja/blues/kaos berlengan panjang
    – Mengenakan bawahan rok dan celana panjang

:: Materi Pelajaran

Materi pokok yang diajarkan adalah belajar membaca Al-Quran, menghafal juz 30 dan melaksanakan ibadah shalat. Sedangkan materi penunjang meliputi: doa sehari-hari, hadist pilihan, siroh nabawi serta kisah dalam Al-Qur’an untuk menambah kecintaan terhadap Al-Qur’an. Kegiataan ekstra kurikuler yang biasa dilakukan adalah tari Aceh, hadroh, menggambar dan mewarnai, drama, bersepeda, piknik, mading, serta bela diri tai chi.

:: Pengelolaan Kelas

TPA Nurul Islam memiliki lima kelas yang dibagi berdasarkan usia, yaitu:
1. Al Kindi : untuk santri usia 4 s/d 6,5 tahun
2. Ibnu Khaldun : untuk santri usia 6,5 s/d 9 tahun
3. Ibnu Haitsam : untuk santriwan usia 9 tahun ke atas
4. Fatimah Al Fihri : untuk santriwati usia 9 tahun ke atas

:: Jadwal Kegiatan
16.00 – 16.30 Pembukaan
Dzikir Sore
Murajaah hafalan Juz 30 /Hadist/ Doa Harian
Klasikal
16.30 – 17.30 Masuk Kelas
Materi
17.30 – 18.30 Penutupan
Shalat Maghrib berjamaah

Agenda belajar kelas Al kindi

 

No Hari Waktu Agenda
1 Senin 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Kreativitas

Shalat Maghrib Berjamaah

2 Selasa 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Kreativitas

Shalat Maghrib Berjamaah

3 Rabu 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Kreativitas

Shalat Maghrib Berjamaah

4 Kamis 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Kreativitas

Shalat Maghrib Berjamaah

5 Jumat 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Praktik Shalat

Shalat Maghrib Berjamaah

 

Agenda belajar kelas Ibnu Khaldun

 

No Hari Waktu Agenda
1 Senin 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahfidz/Dinul Islam/Berkisah

Shalat Maghrib Berjamaah

2 Selasa 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahfidz/Dinul Islam/Berkisah

Shalat Maghrib Berjamaah

3 Rabu 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/Talaqi/Worksheet

Shalat Maghrib Berjamaah

4 Kamis 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/Talaqi/Worksheet

Shalat Maghrib Berjamaah

5 Jumat 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Kreativitas/Berkisah/Praktik Shalat/Membaca ke Perpustakaan/Games

Shalat Maghrib Berjamaah

 

Agenda belajar kelas Ibnu Haitsam

 

No Hari Waktu Agenda
1 Senin 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Murajaah

Shalat Maghrib Berjamaah

2 Selasa 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Murajaah

Shalat Maghrib Berjamaah

3 Rabu 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Murajaah

Shalat Maghrib Berjamaah

4 Kamis 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahfidz/ Siroh

Shalat Maghrib Berjamaah

5 Jumat 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Praktik shalat/Kreativitas/ke Perpustakaan

Shalat Maghrib Berjamaah

 

Agenda belajar kelas Fatimah Al Fihri

 

No Hari Waktu Agenda
1 Senin 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Murajaah

Shalat Maghrib Berjamaah

2 Selasa 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Murajaah

Shalat Maghrib Berjamaah

3 Rabu 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Tahfidz

Shalat Maghrib Berjamaah

4 Kamis 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Tahsin/ Tahfidz

Shalat Maghrib Berjamaah

5 Jumat 16.00 – 16.30

16.30 – 17.30

17.30 – 18.30

Klasikal besar

Kreativitas/ Praktik Sholat/Ke Perpustakaan

Shalat Maghrib Berjamaah


Note : agenda dapat berubah ketika bulan Ramadhan